by

Wujud Syukur Air Melimpah 500an Warga Boyolali Melakukan Kirab Petri Tuk Babon di Lereng Merbabu

IMG-20141208-WA0000

Boyolali – Lebih dan 500an warga yang sebagian besar memakai pakaian busana adat Jawa asal berbagai Desa Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali hari ini melakukan kirab berjalan menyusuri perbukitan lereng gunung merbabu sambil membawa berbagai makan hasil bumi dengan diringi kesenian Tradisional setempat menuju ke sumber air atau tupagon (08/12/2014).

Hal ini bertujuan untuk mengingat satu-satunya sumber air di lereng merbabu yang digunakan menghidupi lebih dari 10.000 jiwa di 5 Desa, masing-masing Desa Jelo, Linjok, Sangiran, Suro Teleng dan Desan Genting. Salah satu tokoh warga setempat Joko mengatakan, wujud syukur dalam bentuk ritual tahunan ini selain memotong 1 ekor kambing dan ayam betina di lokasi, juga menggelar do’a dan makan bersama agar sumber air tetap lestari.

“Warga Selo mengadakan ritual yaitu Petri Tuk Babon, tujuannya Petri Tuk Babon adalah untuk setiap tahunnya itu mengadakan syukuran ya sedikit air itu tidak berkurang malah bertambah dan mencukupi 5 Desa.”

Tuk berasal dari bahasa Jawa yang bermakna sumber mata air. Sedangkan Tuk Babon dapat dimaknai sebagai sumber air yang utama. Pada kenyatannya, Tuk Babon ini menjadi sumber penghidupan yang selama ini digunakan oleh warga di empat desa, yaitu Selo, Desa Samiran, Lencoh, Suroteleng, dan sebagian Desa Genting Kecamatan Cepogo.

Adat tahunan tersebut dihadiri Dinas Pariwisata, Kehutanan dan Balai Taman Nasional gunung Merbabu wilayah Ampel dan Selo.#Haryanto

Comment

News Feed