by

Minimalisir Sogok-Menyogok, BKD Terapkan Pelayanan Satu Pintu Pegawai cukup menyampaikan soft copy melalui surat elektronik

 

Minimalisir

PacitanNews – Budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang selama ini masih berkembang subur dalam penyelenggaraan pemerintahan, memang harus diberangus hingga ke akar-akarnya. Meski butuh proses panjang dan waktu yang relatif lama, akan tetapi di era keterbukaan seperti sekarang ini, KKN tetap sebagai musuh utama yang harus dilumpuhkan. Berangkat dari latar belakang itulah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mulai merintis pelayanan satu pintu bagi semua aparatur. Kepala BKD Kabupaten Pacitan, H. Fatkhur Rozi, mengatakan, selain memberikan pelayanan informasi yang cepat serta tepat, pelayanan satu pintu tersebut diharapkan juga akan bisa meminimalisir terjadinya sogok-menyogok dalam proses pengurusan administrasi kepegawaian. “Tujuan pelayanan satu pintu ini, agar semua pegawai yang hendak mengurus sesuatu yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian bisa lebih cepat, tepat dan bebas biaya,” katanya,Kemarin .

Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) itu mengungkapkan, terobosan pelayanan satu pintu tersebut, bukan berarti akan menciptakan skat atau jurang pemisah antara staff dengan pejabat teknis. Namun, sebagai upaya pelayanan yang lebih simple, cepat serta tepat. Selain itu, sistem pelayanan di internal BKD tidak akan terganggu. Sebab dalam sistem pelayanan satu pintu tersebut, pegawai yang hendak mengurus administrasi kepegawaian cukup dengan mengirimkan soft copy melalui jaringan koneksi internet. Suatu misal pengurusan izin belajar, kenaikan pangkat atau gaji berkala. ?Para pegawai yang mungkin hendak bersinggungan dengan urusan tersebut, tidak perlu bersusah payah datang ke BKD dengan membawa segepok dokumen. Mereka cukup mengirimnya dengan surat elektronik. Selain lebih simple, data pegawai juga lebih terjamin kerahasiaannya. Lain itu, juga akan menghemat cost, terutama bagi pegawai yang bertugas dipelosok desa. “Mereka tidak harus meninggalkan tempat kerjanya. Semua dokumen, cukup dikirimkan melalui email. Setelah proses selesai, mereka tinggal menyerahkan dokumen aslinya untuk keperluan verifikasi keabsahannya,” beber Fatkhur Rozi, pada awak media, kemarin.

Lebih lanjut, Fatkhur Rozi mengatakan, sistem pelayanan satu pintu yang sudah dilaunching sejak Senin (1/6) kemarin, sebelumnya sudah dilaksanakan sosialisasi ke semua unit satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sehingga, mereka sudah sangat paham dan mengerti adanya perubahan sistem pelayanan tersebut. “Intinya, kami ingin proses pelayanan lebih simple, cepat dan tepat. Tanpa harus datang ke BKD, namun semua urusan beres,” tutupnya. (yun).

Comment

News Feed