by

Ir. David J Tjandra Ketua Umum MPK di Indonesia Ajak Merefleksikan Diri

seminar-wagub alt-2

Umat Kristiani di seluruh dunia saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menyambut hari Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 2017. Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri bagi umat Kristen karena Natal yang identik dengan KELAHIRAN dan KABAR KESELAMATAN akan dijadikan kekuatan bagi umat Kristiani dalam mengarungi perjalanan hidup di dunia. Yesus Kristus (Isa-Almasih) yang seperti tertulis dalam kitab INJIL sebagai penebus dosa-dosa manusia yang mau percaya kepada-Nya akan memperoleh keselamatan, telah dipercaya sebagai juru selamat bagi semua manusia yang mau percaya kepada-Nya.

Natal menjadikan umat Kristiani seperti lahir baru, ada suka cita, ada kebanggaan tersendiri karena kekuatan baru turun dari langit yaitu surga, ada kabar bahagia, suka cita, dan berkah akan dilimpahkan kepada kita. Terompet akan berbunyi, lonceng akan berdering, nyanyian suka cita dari malaikat surga akan membawa kebahagiaan bagi umat manusia, sinar terang lilin akan menjadi sejarah setiap bulan Desemeber dimana umat Kristiani di seluruh dunia sedang merefleksikan diri apa yang sudah terjadi dan akan apa yang belum terjadi.

Dalam edisi Desember 2016 ini seorang tokoh Kristen Indonesia yang juga seorang pengusaha, serta aktivis menyuarakan kepada umat Kristiani di seluruh Indonesia khususnya dan umat Kristiani di seluruh dunia umumnya untuk meluangkan waktunya (satu atau dua jam) menjelang malam Natal, agar berdoa di tengah malam, memohon kepada Tuhan agar Indonesia diselamatkan dari segala malapetaka atau ujian-ujian.

Biarlah Indonesia terus bersatu, saling menjaga rasa persatuan dan kesatuan, damai dan diberi kesejahteraan lahir dan batin, dengan peringatan Natal (kelahiran Yesus Kristus) Indonesia semakin damai dan sejahtera, diberkati, dan dihindarkan dari godaan dan cobaan. “Mari kita merefleksikan diri agar hidup kita diberkati Tuhan dan dijauhkan dari ujian dan malapetaka”, ungkapnya.

Seorang pengusaha terkenal dari Jakarta yang dalam keseharianya menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia Ir. David J Tjandra kepada majalah DIDIK mengajak kepada seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia agar dalam menyambut Natal 2016 untuk melakukan perenungan diri, mendoakan bangsa Indonesia agar tetap aman, damai, dan sejahtera, utamanya terjaganya rasa persatuan dan kesatuan dalam keberagaman suku, ras dan agama. Seperti tertuang dalam sambutanya berikut ini.

Waktu berjalan dengan sangat cepat, tak terasa kita sudah ada di penghujung tahun 2016. Seraya merayakan momen Natal, kita juga perlu untuk merefleksikan diri, apa yang sudah dan belum kita lakukan ditahun ini serta kommitmen apa yang kita mau buat dan lakukan di tahun 2017.

Natal bukan hanya kita peringati pada KedatanganNya sebagai bayi Yesus Kristus dimalam Natal tapi juga dalam menggenapkan seluruh rencana Allah bagi kita yang mau percaya untuk menjadi serupa dengan gambaranAnak-Nya (Roma 8:29)

KedatanganNya sekaligus mempercayakan kepada kita tugas dan panggilan kita sebagai orang percaya untuk memproklamirkanKerajaan Allah di dunia ini termasuk di dunia pendidikan dimana kita terpanggil.

Panggilan kita di dunia pendidikan inilah yang perlu kita pertanggungjawabkan pada kedatanganNya yang kedua kali sebagai Hakim yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati atau hari Tuhan bagi kita.

Oleh karena kita tidak tahu kapan hari Tuhan bagi kita maka kita perlu siap sedia untuk kapan saja waktuNya bagi kita mempertanggungjawabkan panggilan kita ini sebagai investasi hidup kita yang kekal.

Ada kah kita sudah memproklamirkan KerajaanNya dalam dunia pendidikan yang kita selenggarakan ataukah kita sedang membangun kerajaan kita sendiri sehingga tidakpunyawaktudanperhatian lagi untuk bertolong-tolongan dalam menanggung beban pelayanan di dunia pendidikan ini?( Galatia 6:2).

 

Adakah nilai nilai Kerajaan Allah sedang dinyatakan dalam dunia pendidikan Kristen yang kita selenggarakan atau kah nilai-nilai dunia ini dan membiarkan dunia ini mendidik anak-anak didik kita yang Tuhan sudah percayakan kepada kita?(Matius 5).

Adakah perubahan sikap dan tindakan kita yang sungguh-sungguh dalam menyelenggarakan pendidikan Kristen ataukah kita sedang asal-asalan mengerjakannya sehingga tidak ada bedanya dengan pendidikan umum lainnya?

Kiranya Refleksi Ini bias menolong kita untuk melakukan pendidikan Kristen yang dapat kita pertanggung-jawabkan kepada Tuhan pada saatNya nanti. Selamat Merayakan Hari Natal 2016,Selamat menyongsong Tahun Baru 2017, Salam Kasih.

Apa yang disampaikan oleh Ir. David J Jtandra tersebut merupakan realita hidup bahwa perbuatan nyata itu harus dipertanggung-jawabkan tidak hanya di hadapan manusia tetapi juga di hadapan Tuhan pada jaman penghakiman nanti dimulai (Ries/r).

Comment

News Feed