by

Drs. Herry Mulyono (Kepala Perpustakaan Univet Bantara Sukoharjo) – Univet Kembangkan Hybrid Library

Herry Mulyono (Kepala Perpustakaan UNIVET)

Perpustakaan di era globalisasi dan teknologi informasi saat ini sangat diharapkan dapat menyesuaikan perkembangan teknologi dan informasi. Terlebih dengan semakin menjamur dan mudahnya setiap individu mengakses informasi melalui internet atau menggunakan jasa perpustakaan berbasis elektronik (electric library). Apabila perpustakaan yang sudah ada tidak dikelola secara professional yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana modern, niscaya perpustakaan tidak akan berfungsi optimal sebagai pusat atau sumber belajar.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Univet Bantara Sukoharjo, Drs. Herry Mulyono berkenaan dengan perkembangan perpustakaan saat ini sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. “Apabila perpustakaan hanya sebagai gudang buku yang jarang didatangi oleh pemustaka atau pengguna jasa perpustakaan, maka peran perpustakaan hanya sebagai penyimpan text-book saja sehingga tidak berkembang atau bisa dikatakan hidup segan mati pun tak mau,” terangnya.
Lebih lanjut, pihaknya menerangkan kondisi yang demikian sangat membutuhkan perhatian dan dukungan stake holder untuk menuju perubahan atau pengelolaan secara baik yang meliputi petugas/pustakawan yang profesional, kelengkapan sarana dan prasarana yang selalu mengikuti pola perkembangan informasi, sehingga para pengguna jasa perpustakaan yang datang dan berkunjung ke perpustakaan selain menemukan informasi yang berupa referensi buku teks dengan mudah, melainkan juga dapat memperoleh informasi melalui electric library, atau mampu mengakses bahan pustaka melalui jasa internet.
Disinggung mengenai perkembangan perpustakaan di Univet Bantara Sukoharjo, Pak Herry, begitu sapaannya, menjelaskan pengelolaan perpustakaan yang dilakukannya dengan menggabungkan sIstem konvensional dengan sIstem digital dalam satu perpustakaan yang disebut perpustakaan hibrida (hybrid library).
“Perpustakaan Hibrida, memiliki koleksi tercetak yang permanen dan setara dengan koleksi eletronik atau digitalnya. Perpustakaan hibrida juga bermaksud mempertahankan koleksi cetak. Perpustakaan hibrida memperluas konsep dan cakupan jasa informasi, sehingga penambahan koleksi elektronik, computer serta penggunaan teknologi computer tidak dipisahkan dari jasa berbasis koleksi tercetak,” paparnya.
Masih menurutnya, perpustakaan diharapkan mampu mengembangkan daya pikir para pemustaka secara rasional dan kritis. “Perpustakaan juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan (need and demand) para pemustaka sebagai sumber-sumber ilmu pengetahuan, karena melalui membaca berbagai media bacaan yang disediakan di perpustakaan para pemustaka akan banyak mengetahui tentang segala hal yang terjadi di dunia dan melalui membaca seseorang dapat menembus batas-batas ruang dan waktu,” katanya kepada Majalah DIDIK belum lama ini di ruang kerjanya. (Sofyan/r)

Comment

News Feed